Pendahuluan
Indonesia kaya akan budaya dan tradisi, khususnya dalam hal pernikahan. Salah satu tradisi pernikahan yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah keindahan adat Solo Basahan. Tidak hanya dalam konsep pernikahan, keindahan adat Solo Basahan juga dipamerkan dalam busana pengantin adat yang saat ini tengah menjadi trend.
Asal Usul Baju Pengantin Adat Solo Basahan
Baju pengantin adat Solo Basahan berasal dari daerah Surakarta atau Solo, Jawa Tengah. Kata ‘Basahan’ sendiri memiliki arti sebagai kain halus yang ditenun dengan sangat detail dan sempurna. Kain ini biasanya terbuat dari sutra dan memiliki pola warna-warni yang memukau.
Dalam sejarahnya, busana pengantin adat Solo Basahan mulai dikenal sejak era Kerajaan Kasunanan Surakarta. Busana ini bahkan dikenakan oleh Sultan Hamengkubuwono VII saat menikah dengan Ratu Kusuma Ningrat. Sejak saat itu, baju pengantin adat Solo Basahan menjadi populer dan tetap dilestarikan hingga sekarang.
Ciri Khas Baju Pengantin Adat Solo Basahan
Baju pengantin adat Solo Basahan memiliki ciri khas yang mudah dikenali. Busana ini biasanya terdiri dari blouse, kebaya, kain sarung, sampur, dan kalung. Berikut adalah penjelasan mengenai ciri khas setiap bagian busana pengantin adat Solo Basahan:
Blouse
Blouse pada busana pengantin adat Solo Basahan biasanya terbuat dari bahan katun atau sutra. Blouse ini memiliki warna netral seperti putih atau krem dan dihiasi dengan bordir tangan. Biasanya bordir yang dijadikan hiasan adalah hiasan bunga atau buah-buahan.
Kebaya
Kebaya yang dipakai pada busana pengantin adat Solo Basahan adalah kebaya bunga tabur. Kebaya ini memiliki hiasan bunga-bunga yang ditaburkan di semua bagian kebaya. Bunga yang sering dijadikan hiasan adalah bunga kenanga dan melati.
Kain Sarung
Kain sarung pada busana pengantin adat Solo Basahan biasanya terbuat dari kain yang dibuat dengan cara melakukan pewarnaan secara perlahan-lahan. Teknik pewarnaan ini dikenal dengan sebutan ‘gradasi’ dan biasa dilakukan pada kain sutra.
Sampur
Sampur merupakan selendang yang dipakai pada bagian kepala busana pengantin adat Solo Basahan. Selendang ini terbuat dari kain halus dan dibuat dengan cara menenun berbagai macam motif sehingga menghasilkan gambaran yang sangat indah.
Tata Cara Memakai Baju Pengantin Adat Solo Basahan
Memakai busana pengantin adat Solo Basahan memang membutuhkan keterampilan dan kehati-hatian. Berikut adalah tata cara memakai baju pengantin adat Solo Basahan:
- Kenakan blouse terlebih dahulu
- Kenakan kebaya dan kancing kepala
- Kenakan kain sarung
- Kenakan sampur
- Agar lebih enak, kenakan sanggul di atas kepala
- Terakhir, kenakan kalung/brooch untuk mempermanis penampilan.
Kesimpulan
Busana pengantin adat Solo Basahan merupakan salah satu tradisi pernikahan yang masih dilestarikan hingga saat ini. Busana ini memiliki ciri khas yang mencerminkan keindahan budaya daerah Solo. Kain halus yang diperlukan untuk menghasilkan busana ini membuatnya menjadi mahal. Karenanya, busana pengantin adat Solo Basahan dikenal sebagai busana pengantin yang mempesona. Jika ingin menjadikannya sebagai busana pengantin Anda, perhatikan cara penggunaannya agar tampilan Anda lebih anggun dan menawan.
