Baju Pernikahan Adat Sunda

Sundanese atau orang-orang Sunda di Pulau Jawa dikenal memiliki kultur dan kearifan lokal yang begitu kaya, termasuk dalam acara pernikahan. Selain tradisi adat yang dipercayai membawa keberuntungan dan melindungi pasangan untuk masa depan yang bahagia. Busana adat yang fantastis ini mengambil inspirasi dari alam dan seni atau teknologi kuno untuk membuat kain dan busana yang rumit dan indah.
Mengapa Baju Pernikahan Adat Sunda Ditetapkan?
Saat menyiapkan pernikahan, banyak orang Sunda menentukan untuk memakai baju adat sesuai dengan adat mereka sebagai bentuk penghormatan pada leluhur serta merasakan pengalaman dalam keutuhan komunitas.
Baju adat Sunda memiliki beragam desain dan model yang indah dengan detail yang rumit dan finis yang unik. Baju adat sunda juga mempermudah mendapatkan atau menyewa jika dibandingkan dengan busana modern yang bisa lebih mahal atau susah didapatkan.
Desain Baju Pernikahan Adat Sunda

Salah satunya adalah model basahan yang biasanya dipakai oleh Pengantin Wanita atau yang biasa disebut dengan Kebaya. Baik Pengantin Wanita atau Ompong-nya memakai keset, yang berarti panci atau kain yang diikat pada pinggang dan di atasnya diletakkan kain yang bernama kain kemben. Kain kemben ini dibalut digunakan untuk menaruh sirih-pinang, uang, dan kain atau barang yang lainnya.
Selain itu, pengantin wanita biasanya memakai gelung atau kuping gade, yang terbuat dari perak atau emas dan seni rangkaian bunga sebagai hiasan kepala. Sementara pengantin pria memakai jas lengkap seperti model Barat atau biasa dipakai basahan warna putih lengkap dengan peci sebagai hiasan kepala.
Beberapa model modern dari baju adat Sunda dikenal dengan sebutan ‘kebaya encim’ dan ‘dress jawa’ yang menggabungkan unsur dari kebaya serta dress Jawa. Kebaya encim mempunyai model yang semakin kebarat-baratan dengan lengan panjang atau sebaliknya dapat dipadukan menggunakan serat jawa dan batik.
Jangan Lupa Tentukan Warna

Pengantin Sunda mempunyai 2 warna yakni warna Istana dan warna Cuka sesuai dengan sifat dan karakteristik yang diinginkan. Warna Istana dipakai untuk mempresentasikan rasa kesederhanaan dan keramahan, sedangkan Warna Cuka dipakai untuk mempresentasikan keanggunan yang belum dipengaruhi oleh hal-hal modern.
Bagi yang ingin berpakaian lebih modern, mereka dapat memakai model basahan yang berwarna putih dengan corak yang sederhana namun elegan. Kombinasi warna lainnya juga dapat dipilih dengan sangat hati-hati karena memiliki makna atau simbol tertentu.
Mau Beli atau Disewa, Pilihan Ada di Tangan Anda
Setelah mengetahui banyak hal tentang baju adat Sunda, hal yang perlu dipertimbangkan adalah membeli atau menyewa. Beberapa orang mengambil langkah untuk membeli, karena bisa digunakan pada acara yang datang di kemudian hari. Namun kadang-kadang menyewa justru menjadi pilihan yang lebih baik, mengingat biaya yang lebih terjangkau dan tidak terlalu membebani.
Beberapa toko terkenal yang menawarkan baju adat Sunda untuk disewa atau dibeli, di antaranya seperti Toko Adat Sunda dan Toko Gradasi. Mengunjungi toko-toko tersebut sebelum pernikahan sangat penting, sehingga bisa mencoba busana tersebut terlebih dahulu dan mengetahui apakah warna dan modelnya sesuai keinginan pengantin.
Kesimpulan
Baju pernikahan adat Sunda adalah pilihan yang tepat untuk membuat acara pernikahan Anda lebih istimewa dengan nuansa kental dan menghargai tradisi serta kultur lokal. Model dan desainnya yang unik, serta warnanya yang memiliki makna dan simbol tertentu, membuat busana adat Sunda mampu menyimpan keindahan dan kesan mendalam di momen penting seperti pernikahan. Tidak perlu khawatir tentang biaya, karena ada pilihan untuk menyewa atau membeli sesuai dengan keinginan dan kondisi keuangan. Jadi, jangan ragu untuk memilih baju pernikahan adat Sunda!

