Pengantin Dodotan: Memperlihatkan Keanggunan Busana Adat Jawa

Pernikahan merupakan momen spesial bagi keluarga besar dan pasangan yang akan menikah. Banyak hal yang harus dipersiapkan agar acara ini berjalan lancar, mulai dari dekorasi, catering, hingga pemilihan busana pengantin. Manakala calon pengantin ingin tampil sempurna sesuai adat-istiadat daerahnya, tak ada salahnya bila mengenakan busana pengantin yang khas, seperti pengantin dodotan.
Pengertian Pengantin Dodotan
Pengantin dodotan adalah busana pengantin khas Jawa yang dikenakan oleh mempelai pria. Busana ini biasa digunakan di acara pernikahan adat Jawa dan memiliki ciri khas berupa baju koko atau jas panjang dengan tali pengikat pada bagian pinggang dan celana panjang. Busana pengantin dodotan biasanya dipadukan dengan aksesoris seperti iket atau penutup kepala, selempang, keris, dan alas kaki khusus.
Unsur-Unsur dalam Busana Pengantin Dodotan
Busana pengantin dodotan memiliki beberapa unsur yang menjadi ciri khasnya. Beberapa unsur tersebut adalah:
- Baju koko atau jas panjang. Baju ini biasanya berwarna netral, seperti hitam, putih atau abu-abu. Pada bagian depan baju sering dihiasi dengan beberapa kancing dan garis vertikal yang memberikan kesan ramping pada tubuh bagian atas.
- Tali pengikat pada bagian pinggang yang biasa disebut kain rajutan.
- Celana panjang. Celana ini biasanya menggunakan bahan yang sama dengan baju koko atau jas panjang, dan ada juga yang menggunakan celana bermotif khas.
- Iket atau penutup kepala. Ada beberapa pilihan iket atau penutup kepala pada busana pengantin dodotan, sesuai dengan daerah asal calon pengantin. Iket yang umum digunakan adalah iket siger, keraton, dan kudus.
- Keris. Keris menjadi aksesoris yang tidak dapat dipisahkan dari busana pengantin dodotan. Kepopulerannya yang kian meningkat membuat para pengrajin keris di Indonesia semakin berinovasi dengan membuat keris dengan desain yang semakin bervariasi.
- Seleting atau selempang. Seleting biasanya dikenakan pada saat upacara akad nikah sebagai pengganti dasi.
- Alas kaki khusus. Alas kaki khusus ini biasanya berupa sepatu pantofel yang didesain untuk menunjang busana pengantin dodotan.
Kesan dan Pesan dalam Busana Pengantin Dodotan
Busana pengantin dodotan membawa kesan yang sangat berbeda dari busana pengantin pada umumnya. Dengan aksesoris yang ada, seperti keris, ikat kepala, selempang, dan lain sebagainya, busana pengantin dodotan terlihat lebih khas dan terkesan sangat tradisional. Maka tak heran bahwa banyak pasangan yang mengenakan busana pengantin dodotan untuk menunjukkan jati dirinya serta memberikan kesan elegan pada wajah pengantin.
Tak hanya untuk menunjukkan kesan pada diri sendiri, pengantin dodotan biasanya juga memberikan kesan pada keluarga besar dan tamu undangan. Busana pengantin dodotan dapat mencerminkan tingkat kehormatan dan kemuliaan sebuah keluarga. Oleh karena itu, busana pengantin dodotan dipadukan dengan kebaya pada saat sang mempelai wanita. Kebaya dan busana pengantin dodotan keduanya menunjukkan keindahan dan kemuliaan adat istiadat Jawa.
Kesimpulan
Busana pengantin dodotan memang cukup unik dan khas, terlebih bagi pasangan yang ingin mengikuti adat-istiadat daerahnya dan memperlihatkan kemegahan dalam berbusana. Tampaknya tren busana pengantin dodotan ini masih akan bertahan lama dan tetap diminati, karena memiliki keunggulan dalam memberikan kesan tradisional dan kemuliaan dalam sebuah pernikahan. Oleh karena itu, tak ada salahnya bagi pasangan untuk mempertimbangkan busana pengantin dodotan sebagai pilihan pada hari bahagia mereka.


