Pernikahan Adat Minangkabau
Minangkabau, suku bangsa yang berasal dari Sumatera Barat memiliki adat pernikahan yang unik. Upacara pernikahan adat Minangkabau disebut dengan istilah “adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah” yang berarti adat yang dijalankan mengikuti hukum yang berlaku dan hukum yang berlaku mengikuti kitab suci Al-Quran. Pernikahan dalam adat Minangkabau tidak hanya sekadar menjadi ikatan antara sepasang mempelai, tetapi juga menjadi simbol dari kebersamaan antara keluarga kedua belah pihak.
Lamaran

Pernikahan adat Minangkabau dimulai dengan lamaran yang dilakukan oleh keluarga pihak laki-laki ke keluarga pihak perempuan. Lamaran ini dilakukan dengan membawa berbagai macam masakan (biasanya berupa 7 jenis masakan) dan sirih pinang sebagai simbol persahabatan. Setelah itu, keluarga pihak laki-laki juga akan membawa alat musik tradisional Minangkabau seperti talempong atau gondang untuk menghibur keluarga pihak perempuan.
Akad Nikah

Setelah proses lamaran selesai, akad nikah kemudian dilaksanakan. Pada saat pelaksanaan akad nikah, mempelai pria akan dipersilakan masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu, sedangkan mempelai wanita akan masuk kemudian setelah suami mereka meratap di dalam kamar. Setelah itu, pihak penghulu akan menanyakan persetujuan dari mempelai pria terlebih dahulu. Setelah diberikan persetujuan, penghulu kemudian akan menanyakan hal yang sama pada mempelai wanita. Jika jawaban dari kedua mempelai sama, maka penghulu akan menyatakan mereka sebagai suami istri secara sah menurut hukum Islam.
Seserahan
Seserahan terjadi setelah prosesi akad nikah. Pada saat ini, pihak mempelai laki-laki akan memberikan mahar berupa uang dan barang-barang yang dianggap berharga seperti emas, kain batik, dan alat make up kepada mempelai wanita sebagai simbol kasih sayang dan kecintaan.
Pesta Pernikahan
Pesta pernikahan dalam adat Minangkabau disebut sebagai basandiang. Pada saat basandiang, keluarga mempelai laki-laki akan mengundang keluarga dari pihak mempelai wanita dan tetangga untuk makan bersama, menari, dan menyanyi. Makanan yang disajikan dalam basandiang umumnya terdiri dari rendang, gulai, sate, dan aneka jenis masakan tradisional lainnya. Tiap-tiap masakan biasanya memiliki filosofi dan makna tersendiri yang melambangkan harapan kehidupan baru bagi mempelai.
Upacara Adat Pengulu
Setelah prosesi basandiang selesai, upacara adat pengulu (penghulu) akan diadakan. Upacara ini merupakan upacara tahlilan yang bertujuan untuk mendoakan mempelai agar memiliki kebahagiaan dan keberkahan di dalam kehidupan berumah tangga. Upacara ini biasanya dilakukan di rumah mempelai pria dengan dihadiri oleh keluarga serta orang-orang terdekat.
Upacara Adat Bakdi
Upacara adat terakhir dalam pernikahan Minangkabau adalah upacara bakdi. Upacara ini dilakukan oleh keluarga pihak laki-laki untuk memberikan penghormatan kepada keluarga pihak perempuan sebagai salah satu bentuk rasa terima kasih dan penghormatan atas kerelaan mereka melamar putri mereka. Upacara ini juga bertujuan untuk membuka lembaran baru dan membentuk ikatan silaturahmi antara kedua keluarga.
Kesimpulan
Pernikahan adat Minangkabau memang memiliki prosesi yang unik dan sarat dengan nilai-nilai kekeluargaan serta nilai-nilai luhur. Meskipun dalam proses pelaksanaannya memiliki beberapa tingkat kekompleksan, namun masih sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Minangkabau hingga saat ini. Semoga acara pernikahan adat Minangkabau semakin dikenal dan dapat menarik minat wisatawan untuk datang ke Sumatera Barat.
