Pendahuluan

Busana pengantin adalah salah satu hal penting yang harus dipersiapkan sebelum pernikahan. Tak hanya membuat kamu tampak cantik dan ganteng, busana pengantin juga dapat menjadi bagian dari identitas pernikahanmu. Salah satu busana pengantin yang sedang populer saat ini adalah seloyor pengantin.
Apa Itu Seloyor Pengantin?
Seloyor pengantin atau yang juga dikenal dengan sebutan seloyor berkerah sepasang adalah busana pengantin tradisional dari Palembang. Seloyor terdiri dari baju kebaya berkerah tinggi yang dikenakan oleh pengantin wanita dan kain batik lungsur yang dikenakan oleh pengantin pria. Seloyor pengantin sering diidentikkan dengan warna kuning pucat, namun warna lain seperti hijau, merah, atau ungu juga kerap digunakan.
Seloyor pengantin dianggap sangat istimewa karena bahan yang digunakan berkualitas tinggi dan biasanya dibuat dengan menggunakan benang emas atau perak. Selain itu, seloyor pengantin juga dihiasi dengan berbagai aksesoris seperti payet, manik-manik, dan sulaman yang membuatnya semakin cantik dan anggun.
Sejarah Seloyor Pengantin
Seloyor pengantin telah ada sejak ratusan tahun lalu di Kerajaan Palembang. Seloyor pengantin dipercayai berasal dari pengaruh keraton Jawa dan China serta India yang masuk ke Palembang pada masa lalu. Busana pengantin ini kemudian dianggap sebagai simbol status, keindahan, dan keanggunan bagi pengantin pada masa itu.
Namun, seiring berjalannya waktu, seloyor pengantin perlahan-lahan mulai ditinggalkan dan digantikan oleh busana pengantin lainnya. Hal ini terjadi karena kurangnya minat generasi muda untuk mempelajari kebudayaan tradisional dan lebih memilih busana pengantin modern.
Cara Memakai Seloyor Pengantin
Meskipun seloyor pengantin terlihat rumit, sebenarnya cara memakainya sangat sederhana. Berikut adalah cara memakai seloyor pengantin untuk pengantin wanita:
- Kenakan kebaya terlebih dahulu, pastikan ritsleting berada di bagian belakang.
- Kenakan kain batik lungsur, bisa dengan ukuran 4-5 meter.
- Ikatkan lungsur melalui kain putih di bagian tengah.
- Masukkan kedua ujung lungsur ke dalam selipan di samping.
- Rapikan lungsur agar bentuknya simetris dan serasi dengan kebaya.
Sementara untuk pengantin pria, berikut adalah cara memakai seloyor pengantin:
- Kenakan kemeja putih polos, bisa berkerah tinggi atau bulat.
- Kenakan lungsur batik dengan ukuran 2-2,5 meter, kemudian dilipat menjadi dua.
- Ikatkan lungsur pada pinggang.
- Masukkan kedua ujung lungsur ke dalam selipan di samping.
- Rapikan lungsur hingga simetris dan serasi dengan pakaian atas.
Kesan yang Ditimbulkan oleh Seloyor Pengantin
Seloyor pengantin memberikan kesan yang sangat khas dan elegan. Pengantin yang mengenakan seloyor pengantin terlihat anggun, berkelas, dan memiliki kepribadian yang kuat. Selain itu, seloyor pengantin juga memberikan nuansa pernikahan tradisional yang sangat cantik dan khidmat.
Namun, perlu diingat bahwa seloyor pengantin tidak cocok untuk semua tema pernikahan. Seloyor pengantin lebih cocok digunakan pada pernikahan tradisional atau semi-tradisional. Jika kamu memiliki tema pernikahan modern, mungkin busana pengantin lain yang lebih cocok digunakan.
Kesimpulan
Seloyor pengantin adalah busana pengantin tradisional yang indah, elegan, dan istimewa. Seloyor pengantin memberikan kesan yang kuat dan memberikan sentuhan tradisional yang sangat indah pada pernikahanmu. Meskipun terlihat rumit, seloyor pengantin sangat mudah dipakai dan cocok digunakan pada pernikahan tradisional atau semi-tradisional.
Jadi, jika kamu tertarik untuk mengenakan busana pengantin yang elegan dan istimewa, seloyor pengantin bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu.
Galeri Gambar








